
Koruptor Menanti Ajal
Sendiri, terpaku, memandang diri
Ruam-ruam yang tersirat
Menyelimuti sekujur tubuh tanpa henti
Mewakili satu titik satu dosa yang kau buat
Pundi-pundi harta terkumpul
Menambah kekayaan atas dosa
Menjadi beban berat yang di pikul
Kau bagikan hitam tanpa paksa
Hitam yang terlihat
Suara rintih yang terpental
Dingin yang menyayat
Menjadi teman saat menanti ajal.
(Retno.fw)
